KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR DI KECAMATAN ILIR TIMUR I PALEMBANG

Zainuddin muchtar

Abstract


Kota Palembang terletak 100 km dari muara Sungai Musi dan Kota Palembang sangat dominan dipengaruhi oleh pasang surut. Banyak daerah di Palembang dimana tinggi elevasinya berada di bawah elevasi rata-rata muka air laut, sehingga di musim hujan banyak daerah tersebut yang menjadi rawan banjir. Ini diakibatkan oleh pengaruh pasang surut di Sungai Musi. Sebagian besar kawasan di Palembang adalah di daerah depresi, sehingga tanpa sistem drainase yang tepat kawasan yang dikontrol mengalami genangan air yang disebabkan oleh curah hujan.

Palembang merupakan kota pariwisata yang memiliki program untuk meningkatkan kinerja sebagai kota aman dan menarik. Sebuah kota tepi pantai yang indah untuk dikunjungi. Oleh karena itu perlu sistem drainase yang terrencana dan terintegrasi agar tidak terjadi banjir ataupun genangan. Maka dari itu diperlukan sistem pengendalian banjir di Kota Palembang dan dalam kajian kami terutama di Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang.

Berdasarkan hasil kajian bahwa pengendalian banjir di Kecamatan Ilir Timur I Palembang ini dapat menggunakan sistem drainase. Metode yang dipakai dalam menentukan curah hujan maksimum dengan kala ulang 10 tahun untuk wilayah kecamatan Ilir Timur I adalah Metode Gumbel dan diperoleh R=167,1 mm. Berdasarkan  Metode  Mononobe  didapat  nilai  intensitas  curah  hujan  maksimum  di  titik  7-8    yaitu I = 590,3650 mm/jam. Debit air total yang terjadi diwilayah tersebut adalah 230,288 m3/det dengan panjang saluran 23833,54 m.


Keywords


Curah Hujan, Banjir dan Drainase

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 86 times
PDF - 173 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Pilar Politeknik Negeri Sriwijaya ISSN: 1907-6975 is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Index By: