ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT DENGAN MEDIA AIR GARAM TERHADAP PENINGKATAN KEKERASAN PADA MATERIAL CUTTER MILLING HSS

Authors

  • Wirda Novarika Politeknik Negeri Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.4546469

Keywords:

Pemanasan awal, pemanasan lanjutan, penahanan waktu dan media pendinginan

Abstract

HSS (High Speed Steel) merupakan baja paduan tinggi dengan unsur paduan utama karbon(C), tungsten (W), vanadium (V), molybdenum (Mo),kromium (Cr) ataupun kobalt (Co). Salah satu upaya untuk meningkatkan kekerasan, ketahanan aus dan kekuatan baja dapat dilakukan dengan proses pengerasan termal, pada proses ini baja mengalami beberapa tahap proses yaitu: pemanasan awal, pemanasan lanjut, penahanan waktu pada suhu stabil, dan pendinginan. Kekerasan yang dapat dicapai tergantung pada kadar karbon dalam logam baja dan unsur lainya dalam baja, temperatur pemanasan, holding time dan laju pendinginan yang dilakukan saat proses  laku  panas. Perlu dipahami pada proses pengerasan baja, bahan yang diproses rentan akan kejadian yang tidak kita inginkan, seperti distorsi, retak ataupun tidak tercapainya kekerasan yang kita inginkan Pada data hasil pengujian kekerasan ini menunjukkan bahwa pada specimen uji yang mengalami proses heat treatment mempunyai sifat mekanis keuletan lebih baik dari specimen uji tanpa perlakuan heat treatment, untuk hasil yang lebih stabil pada setiap no specimen pendinginan media air garam 10% mengalami peningkatan kekerasan yang lebih stabil yaitu specimen 1: 21,95 %, specimen 2:23,11%, specimen 3: 22,90%, dengan media air garam 8% specimen 1: 15,06 %, specimen 2:15,23,11%, specimen 3: 25,32% sedangkan media air garam 6% untuk specimen 1:22.91%, 2 :13,64%, 3: 13,19%. Specimen uji mengalami peningkatan kekerasan yang cukup signifikan dengan proses heat treatment pada temperatur 8500 C dan ditahan selama 30 menit. Penggunaan media air garam 10% yang mengalami peningkatan kekerasan yang lebih stabil dan mempunyai cooling capacity yang tinggi sekali jika dibandingkan dengan media air garam 8% dan 6%.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Wirda Novarika, Politeknik Negeri Sriwijaya

Teknik Mesin POLSRI

References

1.DeGarmo, E.P., Black, J.T., A.Kohser, R ; E.Klamecki Barney.”Material and Processes in Manufacturing”. Wiley, 2002
2.Groover, M.P.,”Fundamentals of modern Manufacturing”, John Wiley and Son, INC,2007
3.H Van Vlack, L (Sriati Djaprie).,”Ilmu dan Teknologi Bahan” Edisi ke 5, Erlangga 1984
4.Ibnu Asropi, M. Rasid. “Analisis pengaruh proses Heat treatment paska pengelasan terhadap sifat mekanis pada besi tuang kelabu” Laporan penelitian dana dipa Politeknik Negeri Sriwijaya tahun 2012
5.Karmin. “ Pengendalian proses pengerasan Baja dengan Metode Quenching”. Jurnal Austenit, Politeknik Negeri Sriwijaya, Volume 1 Nomor 2, oktober 2009
6. Romli, M. Rasid. “ Pengaruh Heat treatment dan Quenching terhadap peningkatan kekerasan dan ketahanan keausan pada material pahat bubut HSS” Usul penelitian dana dipa Politeknik Negeri Sriwijaya tahun 2012
7. Sunarto. “ Metode plasma nitriding
untuk meningkatkan kekerasan pahat bubut potong baja kecepatan tinggi (HSS) ASSAB 17pada material pahat bubut HSS” Jurnal Teknis Politeknik Negeri Semarang Volume 5 no.1 April 2010
8. Surdia Tata, Saiyo Shinroku. “ Pengetahuan Bahan Teknik” Edisi kelima, PT. Pradya Paramitha, Jakarta, 2000

Downloads

Published

2013-10-30

How to Cite

Novarika, W. (2013). ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT DENGAN MEDIA AIR GARAM TERHADAP PENINGKATAN KEKERASAN PADA MATERIAL CUTTER MILLING HSS. AUSTENIT, 5(2). https://doi.org/10.5281/zenodo.4546469